Website Resmi MTS Negeri 2 Jombang

Buah Familier

Siapa yang tidak kenal dengan buah yang satu ini. Mulai dari anak-anak sampai dewasa, mulai dari rakyat sampai pejabat dipastikan tahu dan pernah bahkan sering memakan buah yang satu ini.

Tahukah Anda? Buah tersebut memang cocok hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Banyak ditanam di daerah perkebunan, bahkan kadang tumbuh subur di pinggir-pinggir sungai maupun persawahan. Kadang juga tumbuh liar karena biji yang terbuang bersama kulitnya.

Buah yang dimaksud adalah pepaya. Dagingnya lunak jika sudah masak, rasanya yang tidak terlalu manis sehingga tidak menimbulkan lengket di tangan saat dipegang. Dagingnya yang belum masak bisa dijadikan sayur yang enak, jenis sayur bisa berkuah atau tidak. Kadang juga dijadikan kulupan yang enak dan sangat menggoda selera. Apalagi jika dimakan bersama ikan laut seperti ikan asin atau ikan tawar yang digoreng.

Pohon pepaya yang merupakan pohon yang tak kenal musim. Ia bisa berbuah di musim kemarau dan juga musim hujan. Tidak akan pernah habis kalau menceritakan kegunaannya buahnya. Daging yang setengah masak bisa dipakai sebagai rujak. Rujak manis yang menggoda selera. Selera rujak manis semanis nikmatnya bumbu rujak saat dipertemukan dengan daging pepaya setengah masak.

Daging pepaya yang sudah masak banyak mengandung vitamin C. Vitamin C yang sanga bermanfaat bagi ketahanan tubuh seseorang. Imunitas secara alami akan terbangun dengan mudah dengan asupan vitamin C yang ada. Termasuk kaya serat yang memudahkan dalam proses buang besar. Bahkan kandungan vitamin C dalam pepaya bisa meningkatkan daya ingat. Seperti terkutip di situsĀ https://www.alodokter.com/3-jenis-buah-yang-mengandung-vitamin-c-selain-jeruk, bahwa “Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin C hanya dengan memakan setengah buah pepaya yang rata-rata mengandung sekitar 90 – 100 mg vitamin C. Uniknya, vitamin C pada pepaya dipercaya dapat meningkatkan kemampuan mengingat Anda. Hal ini diduga karena papaya mengandung antioksidan dan antiradang yang dapat membantu mencegah kerusakan otak.”

Sebagai bahan kulupan bisa dari daging yang belum masak atau daun pepaya muda. Pepaya muda kecil bisa dipakai untuk melunakkan daging. Bagaimana caranya? Yaitu saat merebus daging dimasukkan irisan pepaya kecil bersamanya. Ingin nyoba? Silahkan!

Menurut situsĀ https://warstek.com/mengapa-daging-bisa-empuk-dengan-pepaya-dan-nanas/, bahwa Pemutusan ikatan peptida dari protein penyusun daging dilakukan melalui mekanisme hidrolisis, yaitu pemutusan ikatan peptida oleh suatu molekul air. Reaksi hidrolisis ini dapat dipercepat dengan adanya enzim. Dalam hal ini, enzim papain lah yang membantu agar reaksi hidrolisis atau pemutusan ikatan peptida pada protein dalam daging menjadi lebih mudah dan cepat. Terurainya protein dalam daging menjadi rantai polipeptida yang lebih pendek atau asam amino penyusunnya membuat ikatan antarmolekul rantai protein penyusun daging menjadi lebih lemah, dan membuat daging menjadi lebih empuk.

Batang pohon pepaya bisa dipakai mainan. Kalau masa jadul dulu, batang pohon pepaya digunakan sebagai mainan kapal-kapalan. Cara membuatnya bagaimana? Coba sendiri dipikirkan cara membuat kapal-kapalan dari bahan pohon pepaya.

Itulah buah yang sangat familier dengan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Si pepaya yang menggoda selera saat ia menampilkan pesonanya.

Salam Literasi,

Kang Ahsan (Guru MTsN 2 Jombang)

 

Tinggalkan komentar